Rabu, 03 Maret 2010

Sidang Ini Bikin Gw Banyak Menarik Otot

Kemaren, Sidang Paripurna DPR berlangsung di Gedung DPR yang berakhir ricuh. Awalnya sih cuma seruan-seruan biasa, tapi karena permohonan interupsi dari beberapa fraksi tidak diterima oleh ketua DPR yang notabene adalah orang Partai Demokrat. Beliau langsung mengetuk palu tanda sidang telah usai dan dilanjutkan di hari berikutnya.

Tak hanya ricuh didalam, para demonstran pun mengamuk diluar sampe pagar spiral berduri yang tadinya nutupin gerbang gedung DPR, jadi mablang kemana tauk. Water Canon bertubi-tubi menghujani demonstran yang membrutal. Perseteruan ini bukan lagi demonstran vs DPR, tapi demonstran vs polisi.

Ada apaan sih ini sebenernya?

Semua berawal dari makin rumitnya kasus Bank Century. Pihak yang terkait terkesan mengulur-ulur waktu untuk segera menyebutkan saja nama pelaku pencairan dana Bank Century yang tidak wajar jumlahnya. Pansus juga tampaknya tidak berarti banyak disini.

Lalu muncullah pihak yang pro dan kontra akan Bailout dana Century. Mereka terdiri atas Opsi A, yang menyatakan bahwa tidak ada masalah yang terjadi dan menyetujui adanya bailout Bank Century. Lalu ada Opsi B, yang menyatakan adanya penyimpangan dan tidak menyetujui adanya bailout Bank Century. Sementara opsi terakhir adalah Opsi C, yang menyatakan adanya penyimpangan dan tidak menyetujui adanya bailout Bank Century TAPI mereka berani menyebut nama siapa-siapa saja yang terkait dalam kasus ini.

Tapi setelah diproses segala macem, tinggallah 2 opsi disini, A dan C.
Sidang kemaren jujur aja gw gak liat dari awal. Tapi gw liat dong yang anggota fraksi ampe naek-naek ke panggung ketua sidang buat ngehajar tuh ketua. Gimana gak kesel deh, anggota fraksi yang mau interupsi sama sekali gak dikasih kesempatan. Puluhan-mungkin ratusan anggota DPR menunjuk tangannya tanda interupsi atas keputusan ketua sidang kemaren, tapi dengan indahnya palu pun diketoknya. Selesai sudah sidang hari itu. Aspirasi anggota fraksi lain yang BUKAN anggota dari partai induk si ketua pun tak tersalurkan. Masih demokrasi kah ini namanya?

Sidang pun dilanjutkan pagi tadi (3/3). Nggak sericuh rapat sebelumnya, walaupun tetap ada celetukan2 gak penting anggota DPR yang bikin gw dan nyokap ngakak2. Sidang dimulai dengan pembacaan keputusan ketua masing-masing fraksi untuk memilih Opsi A atau C. Atau bahkan abstain.

Hasilnya?
  • Opsi A : Partai Demokrat dan PKB
  • Opsi C : PDIP, PKS, Golkar, Hanura, dan Gerindra
  • Abstain : PPP dan PAN
perbandingan ketiganya 2:5:2

Sidang dipotong ISOMA dan dilanjutkan setelah maghrib.
Sungguh mengejutkan saat sidang dimulai lagi. Sekarang pengambilan keputusannya makin rumit. Dibuat lagi 2 alternatif, yaitu :
  1. Alternatif I : Memilih Opsi A atau C
  2. Alternatif II : Memilih Opsi A, C, atau AC

What the hell was going on!!!

Apa maksudnya Opsi AC? Kombinasi antara Opsi A dan C gitu?
Watdebodooooohhh!
Jelas2 kan Opsi A dan C itu beda aliran. Kayak Andika Kangen Band sama Ashton Kutcher. Kayak ST 12 sama Avenged Sevenfold. Gak bakal bisa disatuain karna emang sangat bertolak belakang. Darimananya ya yang bisa dibilang balance?

Akhirnya diambil voting dari suara terbanyak. Terkumpullah hasil sebagai berikut

Alternatif I
  • Golkar dengan 104 suara
  • PDIP dengan 90 suara
  • PKS dengan 56 suara
  • PPP dengan 1 suara
  • PKB dengan 1 suara
  • Gerindra dengan 25 suara
  • Hanura dengan 17 suara
Alternatif II
  • Partai Demokrat dengan 148 suara
  • PAN dengan 40 suara
  • PPP dengan 33 suara
  • PKB dengan 25 suara
Perbandingan suara antara keduanya adalah 294 : 246

Ternyata voting tak berhenti sampai disitu. Voting sebelumnya hanya mencapai kesimpulan bahwa Opsi AC dihapuskan keberadaannya (karena emang gak masuk akal juga). Setelahnya voting untuk memilih apakah Opsi A atau Opsi C kah yang akhirnya menjadi keputusan final dari rapat ini.

Setelah melalui berbagai macam perdebatan, pencibiran, dan menegang urat, keputusan final yang diperoleh adalah :

OPSI A
  • Demokrat dengan 148 suara
  • PAN dengan 39 suara
  • PKB dengan 25 suara
OPSI C
  • Golkar dengan 104 suara
  • PDI dengan 90 suara
  • PKS dengan 56 suara
  • PPP dengan 39 suara
  • PKB dengan 1 suara
  • Gerindra dengan 25 suara
  • Hanura dengan 17 suara
Perbandingan suara kedua opsi adalah 212:325

Yeaaahh, lo emang gak salah liat kalo lo ngerasa mendapati nama partai yang sama di dua kubu yang berbeda. Namanya juga demokrasi, semuanya bersumber dari individu masing-masing. Jadi aliran atau golongan yang dianut pun gak berhak mengganggu gugat ideologi pribadinya.

Palu tanda sidang berakhir pun diketok sang ketua dengan keputusan akhir Opsi C memenangkan voting. Ini artinya, setelah ini kasus pengucuran dana misterius dan bailout Century akan ditangani oleh KPK.

Semoga aja deh dengan mendaratnya kasus ini di tangan KPK, semua oknum terkait yang bersalah segera dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum dan jangan sampeeeee Indonesia kena kasus serumit ini lagi. zzzz amit amit deeehhh

Oh iya, nanti malem Presiden SBY bakal ngadain pidato tentang Bank Century. Kita liat aja apa kata beliau ckck

***PhIzZz, lUbPh, N SmIleZzZ***

Tidak ada komentar: